Tampilkan postingan dengan label Ruang Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Hati. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Oktober 2012

Pesona 6: keluh bidadari

Pesona 6: keluh bidadari

jangan coba jadi kuat,

bungkus aja sakit itu dengan airmata,

biarin netes pelan,

air bisa ngikis kerasnya batu,

bidadari suka sekali dengan airmata pria sejati,

ketika udah nggak bisa berbuat apapun,

dia sederhana dan bersahaja,

biarin aja netes pelan,

mata justeru lebih bisa ngelihat,

bahwa hati itu bukan sekedar daging di rongga dada,

dan jelas nyaksikan bahwa cahaya matahari bahkan bisa ditahan oleh mendung,

tapi ada pelangi setelahnya,

jangan mengeluhkan apa pun,

percuma,

biarkan aja bidadari yang mengeluhkan sebab apa kita menangis,

dan kemudian kita akan uraikan kejadiannya yang nyata,

yaitu kebahagiaan ketika air dipertemukan dengan cahaya

oleh: Agung Pramono

Jumat, 15 Juni 2012

Pesona 5: Takjub

Pesona 5: Takjub

meski berat tapi kecantikannya bikin gue takjub, selalu takjub.

sifat kerasnya ketutup sama perilaku gemulai anggun dan sikap yang genit bikin penasaran untuk njajagi.

aroma harum, mata yang indah, perhatian yang kuat, tangan yang halus dan tutur yang selalu baik hmm.

ah, syukur masih dikasih umur untuk nyaksikan rayuan.

selalu dalam keadaan paripurna untuk cumbuan mulia.

oleh: Agung Pramono

Minggu, 10 Juni 2012

Pesona 4: Asyq

Pesona 4: Asyq
bukankah aku nggak perlu telanjang nanggalkan pakaian supaya orang tau kalo aku lelaki?

cuma butuh sedikit pengenalan.

demikian juga halnya dengan kebenaran yang kupunya, sebetulnya nggak perlu untuk nunjukkan hatiku.

sayang, demi amanah dan agama ALLAH aku belum siap untuk menyerahkan hati!

nanti, ada saat aku mati maka bedah dan ambil hati ini dari rongganya.

dan bila dia merah segar (bukan cokelat apalagi hitam) maka letakan ia di pinggan emas agar bisa saksikan iblis nyesali hidupnya.

tahun ini baru aja dimulai tapi banyak sudah peminum anggur bumi berhenti dari mabuknya yang bukan asyiq.

hum, mereka yang tak bisa hindari basah karena hujan dari langit malah coba masyuq.

gak ada isyq, kosong dari isyq, mereka ketawa setelah keluhannya, lalai atas isyq.

menari laksana darwis dan pujian, tapi tetap tanpa isyq.

harusnya gak jadi dendang karena itu bukan musyq sebenarnya, tapi dansa dendam bukan sari shabr.

anggurnya bukan perasan kurma hambar tiada isyq.

aih, kaldu anggur belum masak.

oleh: Agung Pramono

Pesona 3: mata air di matamu

Pesona 3: mata air di matamu

tenanglah, gak perlu jadi seperti karang untuk tetep bisa berpikir jernih.

jangan nangis waktu permasalahan menimpa kamu, tenanglah, tahan nangisnya.

lewatin dulu ujian itu sebagai diri kamu, setelah kamu tau kalo kamu mampu maka menangislah kemudian.

percayalah...

pada saatnya nanti kamu akan paham kenapa ada mata air di matamu.

(Initial AP on a destinical pray)
oleh: Agung Pramono

Pesona 2: Takkan Mabuk

Pesona 2: Takkan Mabuk

bahkan anggur dalam cawan itu tak akan membuatku takluk,

isilah terus setelah kosongnya cawan,

karena aku telah mabuk asmara,

anggur tak lebih dari air tawar belaka.


asyiq memang kemabukan tersimpan,

kemabukan haq dalam derajat tertinggi tujuan,

aku mabuk dengan ingatan,

tak akan tuntas hanya dengan sentuhan,

aku tak akan mau mengatakan bahwa aku tunduk tertawan,

melainkan aku sang manusia pria yang sedang kasmaran.


asyiq-masyuq dalam Isyq,

aih jangan terpaku dengan waqt karena ini abadi,

setara intan-baiduri yang dikandung sang bidadari,

cukuplah batas kemabukan anggur ini,

hingga pandangan dan ingatan hanya tentangmu kekasih,

kesadaran bahwa engkau inilah yang memang kucumbui.


aku dalam kuasa Isyq,

dan cukuplah Isyq itu yang membawaku kepada percumbuan,

Isyq yang tidak melalaikan sang kekasih,

Isyq yang membuat nafsu yang diberkati ini hidup,

aku hampir lupa kehidupan tanpa Isyq,

inilah nafsu dan Isyq-lah yang membuatku sadar bahwa sang kekasih itu ada,

dia yang haq untuk dicumbui dalam kemabukan kala masyuq,

Isyq aih, Isyqal hub.

(Initial AP in a destinical pray)
oleh: Agung Pramono

Pesona 1: For Me

Pesona 1: For Me

Ya ALLAH, tinggi sekali daya tarik mahluk ciptaan-MU yang satu ini.

Nafsu : kenikmatan itu ada dititipkan di bumi dan dinisbatkan bagimu untuk memperbanyak umat.

Akal : sebuah citra telah ditampakkan sebagai kesayangan dan disanalah benih siap ditempatkan, bertambahlah pengetahuan dalam kebersamaan.

Jiwa : antara laki-laki dan perempuan terdapat tirai yang mesti dibuka dengan saling meminta antara satu dengan yang lain, mulailah agar terungkap khasanahnya.

Hati : dialah semangat, dan kau akan dilahirkan kembali dalam mumayiz bersama dalamnya pemikiran sebagai bayi Isa.

Ruh : perhatikanlah keluguan hati, dia mengatakan tentang jiwa, dan bagaimana jiwa itu masih ada bersamamu bila dia yang ada dihadapanmu adalah sang wanita? Seharusnya jiwa tunduk dan diam dihadapan sang wanita hingga membiarkannya berbicara untuk dan atas nama jiwamu.

Pada hari tersingkapnya segala rahasia, bila engkau mencintaiku maka sucikanlah dirimu demi pertemuan kita kelak.

Kutarik nafas untuk merangkum kitab dan menembus pandangan pada langit ke tujuh selekas cahaya, jagalah dirimu hingga terangkat di hari kenaikan sebagai bidadariku.

Duh, mahluk yang cantik, saat ini aku sedang dalam perawatan sang permaisuri istana, benih langitku.

Akan kujadikan air matamu sebagai penyejuk di musim panasnya dadaku.


ed. Semarang, 06 Mei 2012

oleh: Agung Pramono

Sabtu, 12 Mei 2012

Pesona: rahasia mata

Pesona: rahasia mata

kamu memang pantas untuk dikagumi,

maka jangan minta aku untuk mabuk (isyq).

tidak ingin terganggu oleh kemabukan saat memandangmu dengan rahasia/sir,

silakan berias-dandan karena kamu wanita.

kusediakan waktuku tanpa anggur yang dapat merusak perhatianku,

membuat lalai dari pengawasan terhadapmu.

jadi, biarkan aku menikmatimu hanya sebagai manusia biasa dalam keadaannya yang kasmaran.

insan adalah mata yang melupakan,

bahsyar adalah yang saling mempersentuhkan kulit.

makadzabal fu'adu marra'ah (hati tidak mengingkari mata)

oleh: Agung Pramono
12 Mei 2012

14

14
bulan belum nampakkan cantiknya,

dia punya malamnya.

sementara di jalur sang prabu dingin berkabut,

hmm... kalo ada sedap malam di dekat,

mestilah wanginya terasa sensual di udara yang dingin.

teratai juga pasti nunggu embun pertama besok pagi,

bersama mawar.

anggrek...

dimana anggrek liar yang tangguh di tengah kebuasan hutan?

gue belum ketemu sama dia
oleh: Agung Pramono

13

13
bulan lagi muncul diawal kecantikannya,

dia nyinarin si anggrek yang nerima segernya malam pra-purnama,

ditengarai eksotika aroma sedap malam yang tertanam diseberang "mata".

Biarlah teratai selalu kebasahan,

sensual banget kalo dia tetap ditempatnya.

Aku dimabuk, isyq isyq isyq - ehemm...

Aku tunggu waktunya masyuk,

pasti dia nunggu aku di depan sana - taman ini adalah taman edenial
oleh: Agung Pramono

12

12
malam kemarin gak bisa tidur,

semalam coba tanya diri sendiri,

lepas tengah malamnya gak bisa senyum ke bulan,

semalaman kemarin gak dapat jawaban.

tapi paling enggak, gue udah ngerti apa sebabnya... huft!

gak semua masalah gue kuasai,

mustahil,

bahkan gue ada khilaf yang karenanya jadi masalah.

alhamdulillah diringankan dengan sentuhan satu sebab yang bisa nuai beragam akibat asali.

hikmah taffakur.
oleh: Agung Pramono

11

11
udahlah, cukup panas matahari aja yang mbakar kulitmu.

jangan panas hati ikut.

matahari itu disana berbagi,

tapi hati disini sendiri.
oleh: Agung Pramono

10

10
hmm, malam: bukan berarti hitam, gelap, sepi, dingin, jahat dan nakutin.

malah kita bisa tau kalo dilangit ada bintang adalah karena malam.

makin pekat makin keliatan kilau bintang.

siang emang terang tapi didalamnya juga bikin aku gak sadar kalo ada bintang terang jauh diluar sana.

tapi malam juga gak bisa bertahan lama,

karena bintang itu jauh sementara, kita ada disini dan saat ini.
oleh: Agung Pramono

9

9
hampir terlewat nyaksikan cantik Purnama, huh.

syukur si Anggrek tetap hangat dengan memeluk-cengkram batu dan arang,

hmm... tajem banget aroma Sedap Malam, mystical.

yeah, sembari nunggu kepastian sang Wijayakusuma yang hanya mekar selama 2 jam di mid Oktober, wow!

juga waktu Purnama sedang segar meski segera nguncup lagi.

akhirnya bisa dapet waktu tidur juga.. tapi subuh udah masuk waktunya.

ya, silakan Buh, nggak ada yang bisa nahan kamu kok haha.

ya Rab
oleh: Agung Pramono

8

8
gue coba keluar dengan bekal kerinduan tentang bumi,

hmm... langit malam ini hampir tanpa gemintang, agak mendung memang.

bulan mungkin masih gelisah nunggu saatnya dandan,

sementara biar gue nikmati anggrek dengan harum sedap malam dalam khayal.

duh, rindu ini tersentak bayangan wijayakusuma yang masih kuncup.

mawar udah gak menuhi jaman,

sekedar warna dan gak lebih.
oleh: Agung Pramono

7

7
kerlingan genit bulan,

hmm... itu nggak bakalan tampak saat purnama.

hanya sensualitas tarian lah yang gue saksikan,

nggak vulgar karena kecantikan warna perak aureola,

seperti kain yang tersingkap yang nutupi wilayah eros terjadi dengan anggun.

dendangnya syahwah tanpa wujud hewani,

rotasinya melenggang sebagai lekuk-liku raga alami.

ia bundar namun pantulan khayali dibuatnya sebagai sihir aqli tergambar bidadari.

tapi bila mengerling,

dia lebih terasa menggoda lagi
oleh: Agung Pramono

6

6
aih, gerimis ini ngganggu cumbuan khayali bulan yang kupinang hanya disaat hari gelap.

duh, rintiknya hujan...

aku memang Timur tapi bukan mereka yang mencari kehangatan tubuh pengantin saat dingin menusuk.

aku merindu hangat cumbu kekasih untuk bertahan dari dinginnya tatap dan rasa bumi,

aku manusia yang tak terikat musim bumi.

aku tanah keimanan bukan makam sensasi.

bulan malah tersipu malu,

pendar cahayanya malah membias tersentuh rintikmu,

kainnya malah menyelimuti bukan tersingkap,

tak ada syahadah.
oleh: Agung Pramono

5

5
di tanah kering, hujannya berkumpul tak tentu arah jadi banjir.

ditanah basah, hujannya tertampung arahnya ke muara.

ditanah subur, hujannya menyentuh hara dan saling ikat membuktikan bahwa mereka hidup.

setelah dari langit, hujan harus turun kebumi.

bukannya hujan mampu menghidupkan, melainkan bumilah yang menyimpan benih...

nushrah.
oleh: Agung Pramono

4

4
cantik! cantik banget bulan subuh ini tadi.

sebelum sama setelah sahur gue ngeliatin terus.

cantik... tapi pasti dingin sifatnya.

sayang lagi, dia jauh, gak tau kapan bisa disentuh.

sebegitu jauh dan terus nerawang lebih keatas,

ke satu tempat yang gak bisa ditembus mata.

...apa ENGKAU pun jauh?
oleh: Agung Pramono

3

3
sekali lagi natap sinar perak kecantikan purnama,

mbawa gue nerawang jauh ke sejarah Rasulullah yang mbelah bulan.

hmm... bilakah ALLAH sedia berbagi dengan hamba-NYA.

dengan lancang gue bercanda asyik-masyuk:

"satu milik-MU sedangkan satu lagi ENGKAU tujukan bagi hamba-MU".
cantiknya, Subhanallah.
oleh: Agung Pramono

2

2
keluar lihat bulan.

cuma setengah... hahaha

kayak cewek genit lagi ngedipin mata ke gue, begh.

ya udah gue sapa aja, "halo juga, cantik! boleh aku temenin, ya?"

wah, kedip terus dia...

jadi malu sendiri gue,

salah tingkah belum berani ndeketin,

bisa jatuh nanti gue.
oleh: Agung Pramono