Sabtu, 28 September 2019

Aristoteles, Plato dan Socrates tentang Demokrasi

Aristoteles bercerita tentang Demokrasi dan Demagog

Kau [demagog] seperti nelayan terhadap belut; di perairan yang tenang mereka tidak menangkap apapun, tetapi jika mereka benar-benar merangsang keluarnya lendir, penangkapan mereka bagus - Aristophanes

[Bagian: Menghancurkan Demokrasi]

1304b: 20-1305a7: Penyebab utama penggulingan demokrasi adalah perilaku demagog yang keterlaluan. Dengan menyerang pemilik properti [kaya], mereka memotivasi mereka untuk bersatu karena rasa takut, dan mereka juga memacu orang [untuk mencoba menghisap darah orang kaya]. Dengan cara ini demokrasi telah digulingkan di banyak tempat: Cos, Rhodes, Heracleia, Megara, Cyme. Ini kurang lebih cara demokrasi dihancurkan. Untuk mendapatkan dukungan rakyat, para penghasut mengusulkan perlakuan yang tidak adil terhadap para tokoh dan dengan demikian memaksa mereka untuk bersatu, dengan membuat mereka menyerahkan harta benda mereka untuk direvisi, atau dengan meminta mereka menjual sumber daya mereka untuk pelayanan publik, atau dengan memfitnah mereka untuk memaksa penyitaan barang-barang mereka. properti.

1311a: 22-26: Awal yang sama mengarah pada penggulingan pemerintahan dan kerajaan. Bagi mereka yang diperintah menyerang para raja karena ketidakadilan, ketakutan, dan penghinaan

1301b: 26-29: Konflik antar-ras (stasis) meletus di mana-mana karena ketidaksetaraan, atau setidaknya terjadi jika tidak ada proporsi di antara mereka yang tidak setara. Secara umum, orang terlibat dalam konflik faksional yang mencari kesetaraan.

1303b: 6-7: Di negara-negara demokrasi, para tokoh menyebabkan konflik faksi karena mereka [hanya] memiliki bagian yang sama dalam hal-hal meskipun [di mata mereka sendiri] mereka tidak sama [dengan orang lain tetapi merasa superior dan karena itu merasa mereka harus memiliki lebih banyak kekuatan politik, dll. daripada mereka yang mereka lihat sebagai bawahan mereka].

1302a: 31-34: Konflik antar kelompok adalah akibat dari perjuangan untuk mendapatkan keuntungan dan kehormatan dan untuk menghindari pertentangan, ketidakhormatan dan hukuman mereka.

1301b: 26-29: Konflik antar-ras (stasis) meletus dimana-mana karena ketidaksetaraan, atau setidaknya terjadi jika tidak ada proporsi di antara mereka yang tidak setara. Secara umum, orang terlibat dalam konflik faksional yang mencari kesetaraan.

1303b: 6-7: Di negara-negara demokrasi, para tokoh menyebabkan konflik faksi karena mereka [hanya] memiliki bagian yang sama dalam hal-hal meskipun [di mata mereka sendiri] mereka tidak sama [dengan orang lain tetapi merasa superior dan karena itu merasa mereka harus memiliki lebih banyak kekuatan politik, dll. daripada mereka yang mereka lihat sebagai bawahan mereka].

1302a: 31-34: Konflik antar kelompok adalah akibat dari perjuangan untuk mendapatkan keuntungan dan kehormatan dan untuk menghindari pertentangan, ketidakhormatan dan hukuman mereka.

1302b: 21-24: Ketakutan menyebabkan konflik faksi, baik ketika pria takut akan hukuman karena ketidakadilan mereka telah melakukan dan juga ketika mereka takut diperlakukan tidak adil. Di Rhodes, misalnya, para tokoh memberontak terhadap orang-orang karena tuntutan hukum yang sedang terjadi dibawa melawan mereka.

1302b: 27-33: Konflik antar kelompok terjadi di negara demokrasi ketika orang kaya merasa jijik terhadapnya kekacauan dan anarki [pemerintah], seperti di Thebes dan Megara menyusul kekalahan di pertempuran dan di Rhodes sebelum pemberontakan [para tokoh]

1302b: 15-18: Konflik faksional dapat muncul ketika ada orang atau kelompok yang kekuatannya melebihi negara-kota atau pemerintahnya. Institusi pengasingan muncul untuk mencegah ini.

1308b: 20-22: Karena kehidupan pribadi pria dapat membuat mereka mencari penggulingan sistem pemerintah, sebuah magistrasi diperlukan untuk mengawasi mereka yang hidup dengan keuntungan bersama negara-kota, misalnya, dalam demokrasi yang hidup tidak menguntungkan bagi mereka demokrasi.

1303b: 7-12: Negara-kota kadang-kadang jatuh ke faksi karena topografi mereka. Di Athena, misalnya, warga yang tinggal di Piraeus [distrik pelabuhan] lebih banyak demokratis daripada yang ada di pusat kota.

1302a: 8-13: Demokrasi lebih stabil dan kurang rentan terhadap konflik faksi daripada oligarki. Dalam oligarki ada dua jenis kemungkinan konflik, yaitu, konflik antara oligarki itu sendiri dan konflik antara oligarki dan rakyat. Namun, dalam sebuah demokrasi, hanya ada konflik antara warga yang mendukung demokrasi dan warga yang mendukung oligarki, karena tidak ada konflik faksi yang serius yang muncul di masyarakat [yaitu, mereka yang mendukung demokrasi] melawan diri mereka sendiri.

Plato bercerita tentang Kapal Socrates

Melalui bukunya, Republik, Plato bercerita tentang Sokrates yang pernah bertanya kepada seseorang di Athena.

Sokrates menggambarkan Athena sebagai sebuah kapal raksasa yang siap mengarungi lautan luas yang oleh karenanya diperlukan seorang nahkoda untuk memimpin kapal tersebut melewati kesulitan dan perjalanan panjang yang akan dihadapi.

Dia kemudian bertanya:

"Siapa orang yang paling pantas memilih nahkoda kapal tersebut? Semua penumpang, atau orang-orang yang memiliki pengetahuan akan pelayaran dan perkapalan?".

"Tentu saja orang-orang yang memiliki ilmunya!" Jawab orang itu.

"Jika demikian, maka mengapa kita memberikan hak memilih pemimpin kepada setiap orang di negara ini?".

Inilah makna besar demokrasi, Gus Dur pun pernah mengatakan bahwa Demokrasi membutuhkan syarat yaitu pengetahuan, memilih pemimpin dalam demokrasi bukanlah permainan hati dengan memilih berdasarkan emosi perasaan.

Pemilihan dalam demokrasi membutuhkan keahlian, dan seperti keahlian yang lain, perlu diajarkan dan ditanamkan pada setiap warga negara secara sistematis. Itulah mengapa kita mempelajari mata pelajaran kewarganegaraan sejak bangku SD hingga perkuliahan.

Membiarkan rakyat memilih tanpa pengetahuan sama  seperti membiarkan penjual ikan mengendalikan kapal raksasa mengarungi laut.


Glosarium:

Demagog berasal dari bahasa Yunani yaitu demos berarti rakyat, dan agógos berarti penghasut (pemimpin). Maka demagog dapat diartikan sebagai pemimpin penggerak politik yang pandai mempengaruhi rakyat untuk mencapai tujuan-tujuan kekuasaan.

Narsisme merupakan perasaan cinta kepada dirinya sendiri dengan memuji diri sendiri secara berlebihan. Dalam konteks politik para narsistis seakan merasa dirinya berhasil, prestasi yang dibuatnya semata-mata keberhasilan pribadi tanpa memikirkan kesejahteraan rakyatnya.

(sumber: buku dan internet)

Selasa, 18 Juni 2019

Sabtu, 13 Januari 2018

Wujud

Wujud

Ada daya tarik dari wujud kesegaran, aromanya menggoda dan intim menyapa jiwa-jiwa yang lapar, penasaran dan ingin mengagumi keindahan dirinya sendiri dengan mendekati sang segar.

Begitu juga si cantik, dia adalah tahap berikutnya dari kesegaran, aromanya akrab pada kedewasaan, warna pakaiannya lebih tajam, alur garis wajahnya menunjukkan keramahannya pada dunia sehingga jiwa-jiwa selalu merindukan masa lalunya dan memanggil si cantik untuk hadir mengisi waktunya.

Tapi keduanya - kesegaran dan kecantikan - masih harus bertahan, kesegaran dapat segera layu dalam keasikannya yang menjerumuskan, kecantikan dapat mengering ketika terperangkap dalam udara panasnya kebanggaan.

Keduanya harus melalui masanya dalam kesahajaan, bila mampu maka tahap selanjutnya adalah keabadian perempuan, kerut kesabaran dan kesadaran tentang cinta yang membungkusnya sebagai keanggunan.

Wujud utama dari perempuan adalah keanggunan, penguasaan akan sikap hidup bakal menghias perilaku yang melekat seperti dandanan indah hidupnya, si anggun yang membuat iri mereka yang layu dan kering, perempuan awet yang mengundang kekaguman dari para pembencinya dan melipatgandakan kasih-sayang sang lelaki yang memilikinya, memadamkan api liar dalam jiwa sekaligus melumpuhkan hasud iblis dihati, melebur setan yang malu dengan apinya sendiri yang gagal membakar nafsu muda si perempuan, melembutkan birahi sang lelaki yang turut menari dalam anggunnya peleburan suci, menemukan sifat cinta.

Keanggunan lebih bernilai ketimbang kesegaran dan kecantikan, ia lebih abadi.

Dalam cinta setiap pertemuan akan selalu menyegarkan kenangan, asik masyuknya sepasang kekasih abadi selalu memandang dengan kasih dimana sang perempuan terbungkus dalam kecantikan sejatinya yang selalu membuat sang lelaki takluk.

Hanya keanggunan yang mampu menghidupkan ksatria yang mengarungi dua masa - segar dan cantik - disisi perempuannya.

Jumat, 12 Januari 2018

Dzunnuraini

Dzunnuraini (pemilik dua matahari).

Ingatan itu menangkap apa yang sebenernya nggak pernah kita punya.

Aku nggak mungkin bisa ngelihat bulan malam kemarin, dan mustahil sekarang bisa ngerasakan kehangatan sinar matahari yang baru akan bersinar esok pagi.

Bersama dia yang dalam restu mendekat, dunya, taman indahku, dileburkan, laqabnya dzunnur'aini, si pemilik 2 (dua) cahaya, matahari.

Yang mengangkat tetes airmata kananku kelangit, memandangi bumi diantara awan dan tetes air dari mata kiri untuk pengairan benih dibumi, yang tumbuhannya menjulang kelangit.

Karena itulah aku bersyukur mempunyai 2 matahari yang memancarkan sinarnya ke taman perkebunan, sang taman yang dihibur 2 cahaya, Timur dan Barat.

Dan ketika aku diberikan taman perkebunan yang bersinar sejauh Timur dan Barat maka itu bukan sekedar amanah melainkan bekal dan janji rahim.

Dengan itulah maka hati mempunyai kehidupan, memahami maksud keberadaan, sampai waktunya untuk pulang, dikumpulkan kembali dikampung langit.

Hati itulah hadiah yang sebenarnya, khasanah tersembunyi.

Bukan akal yang terjebak kenyataan hidup, merasakan pedih, perih, menjauh dari kenyataan hidup, lalu membebaskan diri dengan membunuh hati, inilah kegagalan, pelarian yang dibenci.

Hati tidak akan terpenuhi dengan kenyataan, hanya sekedar hitungan khayal dengan sugesti, merekayasa kepastian dengan paksa dengan inisiasi seolah tenang, tidak... itu keterpaksaan, kegusaran yang ditutupi, inginnya menang sendiri dan menganggap paling baik, itu benar (kata dalilnya).

Saya hanya tukang kebun ditaman cahaya seluas Timur dan Barat.

Rabu, 16 Agustus 2017

Kabilah

seperti angin tak bisa ditangkap,
seperti air tak bisa dipotong,
tidak mustahil embun berpengharapan tetesannya dapat jatuh dipasir gurun,
tak berarti tapi menegaskan keberpihakannya pada kebaikan.

dalam kesendirian maka setiap ujung pandangan bagai kertas tempat dimana mataku melukis gambar dia yang kurindukan.

dalam kematian rasa nama kerinduan itu seperti udara yang harus kuhirup agar merasakan hidup,
kenangan dicerna oleh hati sebagai warna-warni yang menghias ruang perjalanan,
tanpa dia aku tau mana hitam dan mana yang putih juga abu-abu,
setelah pertemuannya kulihat hitam-putih itu berada diantara warna-warni yang bergelora.

setiap langkah di bumi terhampar seperti mengarahkanku pada dia yang terindu,
dan ketika kami bertemu lalu bumi pun terleburkan karena kutemukan jejak menuju langit yang tinggi,
dari sanalah kuketahui sebab matahari bersinar dan bulan menebar cahaya,
sinar tersampaikan pada tubuh sedangkan cahaya hanya tertangkap mata.

mimpi telah mencuri gambar dari mataku tapi kubiarkan karena ia lebih indah,
hanya lebih indah namun malam takkan mampu mencuri kenyataan yang terjadi pada kami.

cinta hanyalah satu dan dia seperti pengembara yang tak terpuaskan,
ia harus menemukan tempat agar bumi menjadi sejuk dan tempat itu adalah peleburan diri kami,
lalu dia mengikat kami.

jangan seperti Khuntsa Ghoiru Musykil,
mereka terus menangis dalam keterjeratannya di dunia bumi,
merasa terkucil dan dipenuhi nafsu sementara melalaikan petunjuk yang disematkan pada badannya,
mereka memilih mengikuti ibadah sesuai keadaan jiwanya yang dianggap syahdu padahal penciptaan badan telah memberikan pengetahuan untuk diimani,
petunjuk nyata untuk diikuti,
namun sayangnya...
sungguh sayang dinafikan.

Aku kabilah, kabilah seperti baduwi lalu mulai bertani menetap bagai fellahin setelahnya berdiam pasti sebagai hadari,
Inilah tugas cintaku,
menemukan diri didalam diri yang lain,
dia yang disebut almari suci dimana khasanah tersembunyi disimpan untuk bekalku.

Jumat, 07 Juli 2017

Ndeso

Ndeso itu visioner, pasti, mapan, dinamis & bijak.
Modern itu berputar, benturan, pembongkar-pasang, ragu & ramah.

Nah, sekarang kita baru sadar kan kenapa sejak kecil harus ditanamkan tata-krama, bukan dibebaskan lalu memperlebar masalah dimasa depan.

Modernitas itu berpikir mundur, mencari sebab tata-krama, terus berputar & membentuk anomali, bahkan bisa disusupi stratagem.

Ndeso itu ibu dari ilmu sosial sekaligus orangtua dari ilmu pasti, manusia adalah pendampingnya yang menjaga keberadaannya untuk diterapkan.

Modernitas tidak pernah bertanya kenapa 1 + 1 itu harus dipastikan menjadi = 2, tapi anehnya justru dengan lugu justru meragukan sebab timbulnya adab yang rumit, berliku & rentang waktu yang panjang.

Ndeso itu adab yang ditemukan dan matang untuk diterapkan setelah teruji dalam masa panjang dengan beragam keadaan demi rapihnya kehidupan manusia.

Parahnya, civilisasi itu diterjemahkan sebagai peradaban, padahal secara harfiah itu berarti pemasyarakatan.

Human rights diterjemahkan sebagai hak asasi, padahal secara harfiah berarti hak manusia.

Modernitas tidak pernah berpikir kenapa elang mendorong anaknya keluar dari sarang untuk belajar terbang, tapi meragukan akal-nurani dengan memaksanya untuk dapat membiarkan, memaklumkan & mema'afkan manusia dari menanamkan benih kejahatan melalui penjelajahan pengalaman hidup, nir batasan.

Ndeso itu berarti biasa aja, moderat bahkan ilmu terapan yang berwawasan luas, tapi karena ada sentimen, apriori dan kegagalan move on akibat dibenturkan dengan teori dari pengetahuan modern yang lemah premis maka kata ndeso ngalami perkembangan makna.

Ndeso itu berpikir sebelum bicara, dan bicara setelah pekerjaan selesai dengan baik supaya keterangannya bisa jadi ilmu untuk dibagi.

Modern itu bicara dulu sementara pikirannya masih berbentuk kerangka yang jauh belum berkembang, dan hasilnya seringkali tidak sesuai karena harus berhadapan dengan kenyataan lapangan.

Ndeso itu ilmu, modern itu teori.

Akhirnya, disatu titik akan tiba peradaban mencapai masa keemasannya, tapi ada kemudian masa dimana sebuah pondasi peradaban itu akan dibongkar lagi untuk mencari sebab kenapa adab itu muncul, dan itu berarti dengan meruntuhkan kehidupan yang sudah dibangun.

*ini tentang ndeso & modern, bukan perbandingan dengan angkot (orang kota)... menurut sai..ya..aa :)

Saya percaya "sang ndeso".

Sabtu, 25 Juni 2016

Islam Sebagai Hakikat

Islam sebagai hakikat

Adalah hal yang sangat meresahkan bila semakin lama kita umat muslim hanya dikendalikan oleh tokoh/pemuka agama yang menggerakkan hati kita untuk membela agama tapi hanya memberikan pengetahuan Islam hanya sebatas kulitnya saja, tanpa hakikat tanpa isi.

Mengatasnamakan agama padahal Islam bukan sekedar agama, karena istilah agama bukan berasal dari Islam melainkan bahasa Jawa saja, Islam adalah ad-din.

Dengan dalih jangan memilih pemimpin non-muslim, padahal kita hanya membayangkan bahwa yang dimaksud adalah orang yang tidak beragama Islam atau ber-KTP Islam, dan itu adalah propaganda kulit Islam saja.

Sekarang, marilah kita masuk kedalam Islam dalam hakikat, seperti kita mengklaim bahwa Nabi Adam, Musa, Isa dan lainnya adalah seorang muslim dengan argumentasi dari sudut pandang yang hakiki, bukan sekedar kulit saja akan tetapi juga mental/jiwa ke-Islaman, Islam yang juga sesuai dengan makna harfiahnya secara bahasa, sejahtera atau yang membebaskan.

Din atau dien, دين (Bahasa Arab), דין (Bahasa Ibrani) adalah sebuah kata yang umumnya terkait dengan Islam, tetapi juga digunakan dalam Yudaisme dan Kekristenan Arab. Istilah ini sering diterjemahkan sebagai "agama", meskipun dalam bahasa Arab tidak memiliki arti yang pasti.

Apabila disebutkan sendiri tanpa diiringi dengan kata iman, maka pengertian Islam mencakup seluruh agama, baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), juga seluruh masalah ‘aqidah, ibadah, keyakinan, perkataan dan perbuatan. Jadi pengertian ini menunjukkan bahwa Islam adalah mengakui dengan lisan, meyakini dengan hati dan berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla atas semua yang telah ditentukan dan ditakdirkan.

Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah yang dengannya terjaga diri dan hartanya, baik dia meyakini Islam atau tidak. Sedangkan kata iman berkaitan dengan amal hati.

Jika kita perhatikan dalam kamus, arti kata islam tidak keluar dari makna inqiyad (tunduk) dan istislam (pasrah). (al-Mu’jam al-Wasith, 1/446).

Secara bahasa bahwa Ad-Dien memiliki 4 makna yang saling berkaitan, yaitu:

1. As-Shultoh (kekuasaan)
2. Al-Khudu’ Lihadzihis Shultoh (ketundukan kepada kekuasaan)
3. An-Nidhom almunazzalu min hadzihis Shultoh (Peraturan yang dikeluarkan oleh kekuasaan)
4. Al-Jaza’ liman tho’a waman asho’ (Balasan dari kekuasaan terhadap yang taat atau yang membangkang).

Dapatlah kita tarik substansi Ad-Din adalah lembaga kekuasaan, yang didalamnya ada hukum / undang undang, ada masyarakat yang loyal atau tunduk kepada kekuasaan dan ada mekanisme pembalasan bagi yang mengikuti dan juga bagi yang membangkang.

Bila demikian, maka bisa jadi kita orang Indonesia dipecah-belah oleh Islam itu sendiri, pemimpin kulit yang sebenarnya lupa untuk memahami agama akan tetapi mempersenjatai diri dan jiwanya dengan ageman (Jawa) yang bukan ad-din, agama ibarat ageman atau pakaian saja, ageming aji yang hanya dianggap berharga dan berhenti sebagai anggapan atau opini belaka, Islam kulit yang mempermainkan hati/perasaan umat Islam awam secara merakyat dengan tanpa sadar justeru menjatuhkan Islam dalam hakikatnya sendiri.

Sekarang, amat sulit menemukan tokoh muslim yang mempunyai pemahaman agama dan kenegaraan yang mumpuni untuk memimpin kita semua, tapi bukan berarti tidak ada, maka marilah kita temukan dia.

...dan ini pun hanya sekedar opini yang sangat mungkin berseberangan dengan pemahaman pikiran lainnya.

(Initial AP on faith movement, a step in the destiny)

Rabu, 01 Juni 2016

Angin Malam

ANGIN MALAM

Sejak pertama kulihat paras cantik nan manja.
Ku menanti sang senja tiba,
Ingin ku memeluk sang manja, dikedinginan malam nan gila...
Sang surya melangkah menjauh dariku.
Hampa terasa saat kau tiada...
Ohhh senjaku mengapa engkau tega meminggalkan sang surya...
Hanya harapan yang slalu kudamba...

Ketika kau pahami arti cinta, janganlah pernah kau sesali...
Ketika kau sakit karena cinta, janganlah kau tangisi...
Cinta tak kan pernah ada...
Cinta itu bias..
Cinta itu bagaikan angin...
Cinta itu gelap...
Tak ada satupun yg bisa melihat apakah itu..
Yang ada hanyalah sesuatu yg bisa mengoyak jiwa...
Suka..
Duka...
Tak pernah terucap...
Tak pernah terurai...
Hanya angin malam yg menusuk jiwa...
Katakan cinta wahai cinta...

Saat mentari tenggelam...
Tak terlihat lagi sinar harapan...
Sesak didada semakin terasa..
Dan seterusnya...
Njendel raisohhh neruske mase....
Mengapa cinta...
Mengapa dua....
Mengapa oh mengapa...

kebahagiaan itu bukan semata karena cinta, tetapi lebih kepada keadaan nyata, karena cinta tak pernah memberi apapun...

Karena kasih nyata itulah kebahagiaan cinta...

(Medio 2016: Andi PW)

Rabu, 27 Agustus 2014

api revolusi

Api Revolusi

revolusi nggak punya tempat pendaftaran dan revolusi nggak pernah mendaftarkan diri pada sekolah sejarah, ia terjadi memang melalui proses tapi terlalu singkat, dia nggak punya waktu untuk jadi murid, dia adalah guru rahasia buat masa depan, dia ditelusuri untuk dicatat dan bukan mencatatkan diri.

membaca literatur pendidikan formal, motivasional, sejarah dan biografi itu hanya sekedar membuka mata dan melihat cahaya diluar.

tapi dengan menambah literatur sastra, filsafat, agama, matematika, hukum, bahasa dan psikologi maka kita akan tau darimana api sumber cahaya itu berasal.

Dan "kita lah api itu"
oleh: Agung Pramono

Selasa, 26 Agustus 2014

milenia darwinis

Milenia Darwinis

1. bagaimana kalo saya berteori dan bilang, "tidak ada hal seperti evolusi manusia dari kera melainkan kera pernah memiliki keturunan yang mengidap syndroma erectus complexy?"
2. bagaimana kalo menurut teori saya, "pertemuan bangsa cro-magnon dengan naenderthal itu terjadi di wilayah yang sekarang disebut Cina?
apakah salah saya berteori?

tarjan
kenapa kita selalu "cuma membaca buku dan tidak bergerak untuk meneliti sendiri?"
mengapa kita jadikan buku hanya sebagai pedoman dan bukan sebagai pemicu untuk membuktikan kebenarannya, sehingga apabila terdapat kekeliruan maka kita lah yang pertama kali mengetahui dengan upaya kita. Sendiri dan bukan mengkritiknya berdasarkan buku lainnya.
kenapa buku-buku selalu kita jadikan kiblat pengetahuan dan bukan sekedar sebagai pembanding dengan pengetahuan serta kenyataan yang kita punya?
kenapa kita konsumtif dan bukan produktif?!

(sumber: pribadi)


Kopizine: theory

Selasa, 16 Oktober 2012

Bambu Runcing

Bambu Runcing

Pada waktu itu Indonesia belum memiliki Tentara Nasional, yang ada hanyalah Badan Keamanan Rakyat/Tentara Keamanan Rakyat (BKR/TKR) dan berbagai laskar serta pasukan pemuda/pelajar.

Serangan total dilakukan tanggal 28 Oktober 1945, pukul 4.30 pagi. Delapan pos pertahanan Inggris diserbu oleh sekitar 30.000 rakyat bersenjata, dan masih ditambah sekitar 100.000 senjata bambu runcing, clurit, pedang, golok, dan sebagainya.

Tercatat sekitar 60 pasukan/laskar yang ikut dalam penyerbuan terhadap tentara Inggris pada 28 Oktober 1945 tersebut. Hampir seluruh sukubangsa yang ada di Indonesia terwakili oleh para pemuda yang tergabung dalam berbagai pasukan/laskar, antara lain Pasukan Pemuda Sulawesi, Pasukan Pemuda Kalimantan, Pasukan Sadeli Bandung, Pasukan Magenda Bondowoso, TKR Mojokerto, TKR Gresik, Pasukan Sriwijaya (sebagian besar berasal dari Aceh dan Batak), Pasukan Sawunggaling, Barisan Hizbullah, Laskar Minyak, Pasukan TKR Laut, Pasukan BKR/TKR Morokrembangan, Pasukan BKR Kereta Api, Pemuda Ponorogo, Pasukan Jarot Subiantoro Pemuda Banten, Corps Pegadaian, Corps PTT, Pasukan Pelajar (TRIP).

Banyak pemuda-pemuda dari Papua, Maluku dan Pulau Rote tergabung dalam berbagai laskar, dan bahkan ada Pasukan Narapidana Kalisosok (penjara di Surabaya).

soempah pemoeda
Dengan bersatunya para pemuda Indonesia dalam perlawanan terhadap tentara Sekutu pada 28 Oktober 1945 merupakan perwujudan dari semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Peristiwa heroik ini terjadi tepat 17 tahun kemudian.

Suatu kebetulan? Atau suatu predistinasi?

Setelah digempur total selama sehari-semalam, tentara Inggris yang tidak dipersiapkan untuk suatu pertempuran, mengibarkan bendera putih, minta berunding.

Pada tahun 1975, seorang perwira Inggris, Kapten R.C. Smith, dalam suratnya kepada J.G.A. Parrot menuliskan, bahwa Brigjen Mallaby menyadari, apabila pertempuran dilanjutkan, mereka akan disapu bersih (wiped out).

Bahkan mengenai dahsyatnya gempuran pemuda Indonesia di Surabaya tersebut, Kolonel A.J.F. Doulton, dalam bukunya, The Fighting Cock: Being the History of the Twenty-third Indian Division, 1942-1947, Aldershot: Gale and Polden, 1951, menulis: Perlawanan heroik dari tentara Inggris hanya akan berakhir dengan musnahnya Brigade 49, kecuali ada seorang yang dapat mengendalikan nafsu rakyat banyak itu. Tak ada tokoh seperti itu di Surabaya dan semua harapan tertumpu pada pengaruh Sukarno.

Menyadari bahwa apabila pertempuran dilanjutkan hanya akan mengakibatkan kehancuran total Brigade 49, malam itu juga, tanggal 28 Oktober 1945, mereka menghubungi pimpinan Republik di Jakarta.

Inggris tidak dapat segera mendatangkan bantuan pasukan, baik dari Brigade Bethell di Jawa Tengah yang juga sedang menghadapi perlawanan rakyat Indonesia, apalagi dari Malaya, yang akan memerlukan waktu beberapa hari, sedangkan keadaan Brigade 49 di Surabaya sudah sangat kritis.

Tak ada jalan lain, selain meminta bantuan pimpinan Republik di Jakarta, untuk menyelamatkan nyawa ribuan tentara Inggris yang sudah terkepung di pos-pos pertahanan mereka di dalam kota Surabaya.

Pimpinan tentara Inggris menilai, situasi di Surabaya sangat mengkhawatirkan bagi mereka, sehingga Presiden Sukarno yang sedang tidur, didesak agar segera dibangunkan.


(sumber: http://osdir.com/ml/culture.religion.healer.mayapada/2006-10/msg00259.html)


Kopizine: Oktober Sakti

Jumat, 12 Oktober 2012

Ego

Ego

Setitik petunjuk ALLAH tentang uraian makna CINTA itu lebih banyak terungkap pada 'ibu dan janin yang dikandung'.

singkatnya, sejak benih hingga janin mereka jadi satu dengan tali penghubung yang nyata, bersama dan berbagi.

saling sentuh, bicara dan sayang. hingga saat kelahiran, tali itu harus diputus. waktu berjalan sampai sama sekali terpisah jauh.

intinya: akhir tanda dari terungkapnya arti CINTA itu bukan penyatuan tapi pengetahuan.

tentang siapa sebagai apa dan pengabdian karena hubungan yang jelas ada karena ALLAH.

samasekali bukan tentang penyatuan yang tanpa bukti bahwa ALLAH yang menjadi sebab, melainkan hanya kemauan belaka untuk menyerahkan diri dan merusak tanda yang diamanatkan ALLAH untuk dijaga, batas terakhir yang harus dihormati.

01 Agustus jam 0:41


Daya, saat gue telusuri lembut kulitnya hmm...

langsung bikin jantung nggak teratur.

hormat, berlanjut dengan belaian dirambutnya yang bikin dia beringsut dalam lelap, dan redalah gejolak supaya gak keganggu tidurnya dan biarkan dia bangun besok.

pujian, subuh terasa ada kecupan hangat dan pujian: 'ya ALLAH telah kau sandingkan sang Ruh'.

saat CINTA terbangum dari tidur... kitalah yang didekap.


01 Agustus jam 22:45

Apa kamu bisa nguasai hatimu? nggak.

apa kamu bisa diam? nggak.

apa kamu bisa ngendalikan pikiranmu? nggak.

kalo gitu kamu gak akan pernah bisa naklukkan dunia!

aku gak pernah sesumbar naklukin dunia, terlalu berlebihan.

yang aku bilang adalah 'aku mau naklukin diriku sendiri untuk duniaku!

30 Juli jam 22:57


Ya ALLAH, bila aku hidup dua kali,

bila ENGKAU beri waktu yang lain, cabutlah hatiku,

jangan berikan kepadaku pada yang kedua,

karena aku hanya ingin memberikannya sekali,

dan kuharap inilah cinta yang kuhidupi dalam kehidupan pertama.

08 Agustus jam 2:20


Apa kamu sadar yang kamu lakukan? ya

apa kamu tau yang kamu katakan? ya

apakah itu pantas? tidak

apakah itu baik? tidak

maka sebelum pedang ini memotong lehermu, apa kalimat terakhirmu? 'aku benar'

pedang terayun cepat di tubuh biru itu,

nggak ada darah...

dia sudah lama mati,

semua ternganga - sebagian nggak mau percaya.

saat dibedah, hatinya tetap merah segar... ada kehidupan disana.

sejak itu semua selalu berkata: "dia benar, dia lah yang benar"

29 Juli jam 1:21


Surga berkata 'kamu sudah mati'

neraka menyahut 'namamu ada dalam daftarku'

tapi api neraka berteriak 'janganlah kesini karena ALLAH dapat menghapuskan apapun yang telah tetap bahkan yang dalam kepastian, aku mendengar buaian surga bagimu: datanglah kepangkuanku dan meyusulah dariku karena ALLAH'

28 Juli jam 14:06

oleh: Agung Pramono

Senin, 08 Oktober 2012

Message for mom 7

Message for mom 7

Mommy.

i was a strong boy with a touch of your hands.

now i became a tough grown man with a preciouss heart, but i still wanted to be that boy that felt a perfect love.

so touch me again and always, Mom.

5 Februari 2012
oleh: Agung Pramono

Minggu, 07 Oktober 2012

Pesona 6: keluh bidadari

Pesona 6: keluh bidadari

jangan coba jadi kuat,

bungkus aja sakit itu dengan airmata,

biarin netes pelan,

air bisa ngikis kerasnya batu,

bidadari suka sekali dengan airmata pria sejati,

ketika udah nggak bisa berbuat apapun,

dia sederhana dan bersahaja,

biarin aja netes pelan,

mata justeru lebih bisa ngelihat,

bahwa hati itu bukan sekedar daging di rongga dada,

dan jelas nyaksikan bahwa cahaya matahari bahkan bisa ditahan oleh mendung,

tapi ada pelangi setelahnya,

jangan mengeluhkan apa pun,

percuma,

biarkan aja bidadari yang mengeluhkan sebab apa kita menangis,

dan kemudian kita akan uraikan kejadiannya yang nyata,

yaitu kebahagiaan ketika air dipertemukan dengan cahaya

oleh: Agung Pramono

rahasia purnama

rahasia purnama

nggak ada yang tau rahasia purnama, kecuali malam dan serigala, kemana angin saat keduanya sedang asyik?

"angin lalai dalam permainannya sendiri, dia kesepian ketika para pengantin tengah bercumbu", berkata serigala malampun menyahut, "serigala amat sahaja, buruk di legenda tapi jujur dia bercerita"

"aku bangga berteman malam, selalu menjadi selubung seketika lolongku, dia pahami rapuh geramku", imbuh serigala

"sementara aku selalu hadir, meski bermain tapi ada mengisi, bagaimana bisa aku belum mengerti", tanya angin malam menanggapi dengan tanya, "duhai angin teman terkasih, mampukah kau capai rembulan?"

"bahkan kala kau membadai, kau hanya berputar dan bermain datar di bumi", serigala menambahkan

"wahai sobat yang saling menyahut dalam gelap, sudikah kalian sampaikan rahasia purnama?", tanya angin pada keduanya.

"duhai angin yang senang beritakan segala, rahasia purnama itu seperti burukku hanyalah legenda"

"duh angin, teman seiring malam, rahasia yang kau cari bukan pada purnama, melainkan pada lolonganku ialah ratap sejati", demikian serigala berkata.

"apa yang terjadi dibalik derita, wahai sobat yang bersahaja?" tanya angin pada serigala.
malam menyahut, "taukah engkau wahai anginku, siapa mereka yang dimangsa serigala?"
"merekalah domba ternak manusia", jawab angin kepada malam.

"itulah sebab aku meratap, sahajaku mencatat kerapuhanku dalam geram, duh angin penyejukku dikala purnama", imbuh serigala.

"kucoba mengerti maka berilah sekedarnya sarwa legendamu, sobatku sahaja" angin mulai tenang bertanya.

"memangsa domba adalah kodrati, mereka yang tertangkap adalah si sakit, mereka yang lemah karena dijauhi kumpulannya, mereka yang sombong mempermainkan gerakku, mereka yang tak percaya pada kumpulannya. itulah dia yang dapat kumangsa", jelas serigala sembari menarik nafas dalam.

malam tak pernah membela serigala, namun dia bersedia bersaksi demikian katanya, "sahabatku yang sahaja itu tidak pernah membunuh bayi pertama, kenyataan itulah yang selalu dia sampaikan kepada purnama".

angin malah semakin penasaran dengan maknanya, "apa maksudnya bayi pertama?"

"tidaklah semua hal harus jelas keadaannya, melainkan kepercayaan sejati yang mestinya mendasari penilaian", serigala menunduk, menyesal tak mampu menjelaskan arti 'bayi pertama dan mangsa'.

"bila demikian tak mengapa lah duhai sahabat, aku malah berjanji dalam diri, akan kuusir mendung kala purnama agar engkau tak terganggu oleh hujan bahkan gerimis hingga senantiasa berbagi dengan purnama".

dan rahasia purnama tetap terjaga, tak terungkap makna 'bayi pertama', tapi semua berjalan dengan pemahaman, pengertian dan saling percaya, dalam wilayah kodrati yang utama
oleh: Agung Pramono

Chapter I

Chapter I: Sensualita Pengantin Langit
(selepas percumbuan)

Sensualita: Pengantin Langit adalah buku pertama dari tetralogi, yaitu terdiri dari 4 seri yang saling berhubungan.

Pengantar pada sampul belakang:

Jika manusia menempati derajat tertinggi, jika manusia disebut sebagai mahluk yang paling sempurna diantara yang lain, maka rahim adalah kemuliaan.

Kekasih langit telah mangkat, lambat laun setelahnya kerajaan hancur diluluhlantakan oleh segala sesuatu yang berlebihan, wilayahnya terpecah oleh keterbatasan.

Dan kini aku sedang berbincang dengan sang citra langit itu, disebut sebagai wanita.
Pertemuan kedua air kotor itu mesti disucikan, mereka telah melalui benang merahnya, nafsu yang diberkati.

"apakah ruh?", tanya isteriku suatu saat.

Inilah luka goresan menganga, mesti kujaga dari bumi yang selalu menutupi lukanya dengan lumpur hitam.

Maka kuserahkan kesembuhan ini dalam perawatan sang benih langit, si penghulunya para bidadari.


Aku membuatkan selubung langit bagi kami berdua, birahi yang semerah api gentar terhadap warnanya sendiri, dia memiliki tempat di dalam fitnah.

Tapi dia wanita, tafsir berkerudung yang hanya boleh disingkap oleh pengantin prianya, atau - dia tunjukkan sendiri seutuhnya bagi sang pria.

Hujan berhenti sebentar, sepertinya para mahluk senang mendengarkan kalimat isteriku ini.

Selalu jatuh cinta kepada wanita yang sama yang merupakan citra langit ini.
Isteriku menuju perapian untuk memasak air, mengatur pengapian baranya hingga mendapat panas yang cukup agar siap kami pakai bersiram selepas percumbuan.

buku dapat dipesan di: buku I Sensualita: Pengantin Langit

oleh: Agung Pramono

Pesona N

Pesona N

Keberadaanmu sebagai wanita adalah riasan tercantik buat mata-hatiku, duh pengantin wanitaku - tak perlu lagi kamu berias dandan yang hanya terjamah oleh indera dan syahwatku, lumpuhkanlah binatang didalamku, sayang.

Aku mencintaimu semenjak kau tunjukan kepadaku arti wanita sepenuhnya dihadapanku, yaitu saat percumbuan itu, cumbu wanita terhadap prianya dan itulah saat keberhasilanmu bangkitkan kesadaranku dan mengangkatnya hingga ke puncak gunung keabadian rasa.

Getarannya mengetuk pintu kerajaan langitku, kau persilakan aku menikmati tiap sudut bangunannya, kilau permata di rupa-rupa perabot istana, harum wewangian memuaskan kerinduan rongga dada.

Sekarang, lakukanlah apa yang kamu harus lakukan tanpa keraguan tentang keadaan perasaanku, jelas aku mencintaimu, legalah kamu jadinya setelah mengetahui ini.

Bukankah itu yang ingin kau ketahui, sumbat penasaran dan menjadi radang kegelisahan di dada dan pikiranmu? Engkau takutkan bila ramuan rasa itu hanya terjadi padamu saja? Menjadi buta dan tak berbalas?

Tidak, sayang - kita miliki keinginan yang sama.

Engkau sudah mengenali aku.

Aku pahami segenap keadaanmu karena aku pernah disana, merasakan apa yang kamu alami sekarang meski keadaanku sebagai lelaki.

Tapi apalah aku ini yang sedemikian lancang berkeinginan sediakan dada terbuka dan pundak penopang bagi permasalahan dan keluhan juga ceriamu.

Bahkan bisa jadi kamu anggap aku seumpama tetamu yang seringkali mengetuk gerbang istana bumimu, tak punya keberanian aku sebelum mengenali dan memperoleh ijin dari padamu untuk mengeja ruang kealamianmu.

Maka berikanlah ijin itu hanya bagiku,
sedari sekarang sayang,
Aku ingin tahu bahwa kau memang ada.

Surga tidaklah jauh pun tidak berarti dekat, tapi ia ada, aku mengenalinya setiap engkau ada didekatku, aku mempercayai keberadaannya dan berubah menjadi keyakinan bersamamu.
(heaven is not far, yet it's not too close,
but it's there, i feel it when you're close to me, i believe it and it turns to be faith with you)

Bukan arah, bukan pula maksud, ataupun tujuan akan tetapi sebuah akhir yang abadi.
(not a destination, nor purpose or even aim but an eternal end)

I'm not in love again because i've had it once for a life time,
But sure i want to feel it again and always with you,
As you are,
Unleashed your fire,
I'm burn.

thanks, N - i can sleep tight last night and the dream spread the seed that grows a faith three in me, as i wake up this morning.

now i believe that there's an angel, and the seed has touch the earth, to grow, and i believe someday, somehow she will touch me.

we touch, kiss, a tight hug and even i cling - but why there's still spaces between us?

we're so close but why it seems so far away?

Please, unfold your wings.

it's because you're a part of my future that shown in my present, though we're here in a form, and GOD let me read, see, touch and feel my eternal life.

for that, so now i prepare myself for this angel, what a preciouss love GOD has sent to me, a mystical exotism... and i'll take a good care of her from this earth to eden.

you don't have to believe my words, you are the reason for you to believe, trust me you're a real purity - HE let me open the shrine for my faith to know that there's a never ending life then.

love is eternal, and it'll bind the lover that ment for each other - i'll keep you save, away from the earthly air that'll just torn your gawn - so spread your wings.

the spread of your wings will fulfilled the space between earth and sky, and be a point guide towards our edenial kingdom - above the realm of the angels.

stay beside me to fill my angelical days on earth, until edenial.

open my eyes, leave me a trail to your place and i'll pick you then to our castle, N.

Aku enggak sedang ngerayu untuk menemukan sebuah cumbuan, aku hanya memuja keindahan yang ALLAH sampaikan di bumi dan akan aku rawat sebagai kesayangan yang diamanahkan oleh-NYA, aku percaya bidadari itu ada dan benihnya tumbuh di bumi.

Aku percaya bahwa kamu memang takdir langitku, pertemuan kita memang diadakan di bumi agar aku ngerti kearah mana pandanganku harus kutujukan, agar aku tau siapa yang harus aku cari saat tiba di istana langit nanti, sebelum memasuki gerbangnya.

Saat terbangun dari tidur di pagi hari dan aku rasakan nafas masih tersambung,
Maka itulah jejak awal dari amanat cinta.
Dan setelah bersyukur maka esok lusa akan ada kecupan hangat dibibir bersama dengan nafas yang menawan udara bebasmu,
Demikianlah sebuah cumbuan bidadari yang dinisbatkan bagi pecinta terkasih.

Do you wish to fill my life?
You are the air,
Touch me and let others catch the sense of a destinical rhyme for flame,
Watch the dance of the fire,
unleashed the passion.

though i can swim but i let myself drown, i want to feel the sensuality of the fire that is hidden by the depth of the sea, and it's all about a pearl of passion.

tell me, that you are the air that breeze a thousands of life, a reason for the fire to jive, you won't burned in me but alive, spreading light as we fly.

Siapakah "N"?
Ia adalah "kasih-sayang" seorang pria terhadap wanitanya.


(revised on 20 June 2012)
oleh: Agung Pramono

Tsuraya

Tsuraya

1476. Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seandainya agama itu berada pada gugusan bintang yang bernama Tsuraya niscaya salah seorang dari Persia atau dari putra-putra Persia akan pergi ke sana untuk mendapatkannya 4618

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah yang berkata, “Kami sedang duduk bersama para sahabat Rasulullah saw ketika Surah Jumuah turun kepada baginda lalu baginda membacakan ayat ” … Dan juga (telah mengutuskan Nabi Muhammad kepada) orang-orang yang lain dari mereka, yang masih belum datang …”Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw sebanyak dua atau tiga kali tetapi baginda tidak menjawab. Bersama kami adalah Salman al-Farisi. Rasulullah saw berpaling kepadanya dan meletakkan tangan baginda ke atas paha Salman seraya bersabda, “Sekiranya iman berada di bintang Suraya sekalipun, nescaya lelaki dari bangsa ini yang akan mencapainya.” (Sahih Muslim, Kitab al-Fada’il as-Sahabah hadis 6178 dan Sahih Bukhari, Kitab Tafsir, Jilid 5, halaman 108).

Allah SWT dalam surah Muhammad ayat 38, berfirman, “Dan jika kamu berpaling (daripada beriman, bertakwa dan berderma) Dia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain; setelah itu mereka tidak akan berkeadaan seperti kamu.”Ketika turun ayat ini, para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, siapakah yang akan menggantikan kami? Baginda menepuk bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya! Dan jika agama berada di bintang Suraya sekalipun, nescaya yang akan mengambilnya adalah lelaki dari bangsa Farsi.” (Tafsir Ibnu Kathir, Jilid 4, halaman 182)



Sabtu, 06 Oktober 2012

menjadi air

menjadi air

saat mendung tiba,
rintik tetesanmu terasa menyejukan,
menyentuh setiap sendi sendi jiwaku,
apakah engkau akan mengalir meresap dalam bumiku.

dan saatku terbangun,
tersadar bahwa engkau nebula telah membangunkan tidur pria sejati,
sekian lama tak merasakan sejuknya rintiku,
tak pernah membasuh bumiku.

ku sadari bahwa tetesan airmu sungguh menyejukan jiwa yang dahaga,
akankah engkau akan mengalir jauh,
menuju lautan nan biru tersinari cahaya bulan selalu,
semoga nebula menjadi air.

setidak tidaknya embun yg terpancarkan cahaya,
indah berwarna warni walaupun hanya sesaat,
terima kasih samodraku,
warna birumu tlah menyejukan jiwa yg rindu.

tetes embunmu tlah berkumpul menjadi satu,
suara deburanmu melantunkan dendang lagu,
tiupan anginmu menyejukan bumiku,
jiwa pria sejati telah terbungkus didalam kalbu.

terima kasih nebulaku,
kelak engkau akan slalu menemani jiwa yg kelabu,
Tetes demi tetes terkumpul menjadi satu,
mengalir menusuk relung bumiku.

perlahan mengalir disetiap dentuman waktu,
kesejukanmu mulai menusuk kalbu walau antara bumi dan langit ada pembatas waktu,
namun kesejukanmu selalu menyatu,
samodraku selalu menunggu kedatanganmu hingga akhir waktu yang tak pernah bisa menentu.

nebulaku sungguh engkau menjadi sumber hidupku.
(6 Oktober 2012)
oleh: Andi Prasetyo Wibowo

Pram

Pram

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian” (Pramoedya Ananta Toer)

semua yang terjadi di kolong langit ini adalah urusan setiap orang yang berfikir. (Kommer, 390)


Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya. (Pangemanann, 409)